Senin, 27 Mei 2013

DEFINISI BERFIKIR DEDUKTIF

Definisi Berfikir Deduktif

        Dalam deduktif telah diketahui kebenarannya secara umu, kemudian bergerak menuju pengetahuan baru tentang kasus-kasus atau gejala-gejala khusus atau individual. Jadi deduksi adalah proses berfikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, toeri, keyakinan) menuju hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu ditariklah kesimpulan tentang hal-hal yang khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa itu.
contohnya: setiap mahuk hidup pasti berkembang biak.
                 hewan peliharaan adalah mahluk hidup.
                 karena itu hewan peliharaan pasti berkembang biak.
 
Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.
Dua tipe argumen deduktif adalah silogisme kategoris dan silogisme hipotetis. Silogisme kategoris adalah argumen yang pasti terdiri atas dua premis dan satu konklusi, dengan setiap pernyataannya dimulai dengan kata semua, tidak ada, dan beberapa atau sebagian, dan berisi tiga bagian yang masing-masing hanya boleh muncul dalam dua proposisi silogisme.
contohnya: semua pemenang mendapatkan hadiah, beberapa teman sekelas saya adalah pemenang. jadi, beberapa teman sekelas saya mendapatkan hadiah.
 
Silogisme hipotetis adalah silogisme yang memiliki pernyataan kondisional atau bersyarat pada premisnya. Ada tiga jenis silogisme hipotetis, yaitu silogisme kondisional yang mengandung anteseden (syarat) dan konsekuensi; silogisme disjungtif berupa pernyataan yang menawarkan dua kemungkinan; dan silogisme konjungtif yang bertumpu pada kebenaran proposisi kontraris. Kesahihan dan ketidaksahihan setiap bentuk silogisme tersebut diukur dengan hukum dan prinsip dasar berpikir deduktif, menyangkut pengakuan dan pengingkaran pada premisnya. Beberapa contoh silogisme hipotetis terlihat di bawah ini:

Silogisme hipotetis: Bila tadi malam tidak mati lampu, Budi pasti menyelesaikan tugasnya.
                             Tadi malam mati lampu.
                             Oleh karena itu, budi tidak menyelesaikan tugasnya.
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:

   Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
   Lidah Buaya adalah tumbuhan (premis minor).
   Lidah Buaya membutuhkan air (Konklusi)
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
 Contoh:
   Tempat pinsil Ani berada di Tas atau di loker.
Tempat pinsil Ani tidak ada di tas.
maka, tepat pinsil Ani berada di loker.

Entimem Dalam kehidupan sehari-hari kita jarang menggunakan bentuk silogisme yang lengkap. Demi kepraktisan, bagian silogisme yang dianggap telah dipahami, dihilangkan. Inilah yang disebut entimem. Contoh : Premis mayor : setiap penjahat adalah orang yang berdarah dingin yang tega menyakiti korbannya. Premis minor : maling itu adalah penjahat. Kesimpulan   : maling itu adalah orang yang berdarah dingin yang tega menyakiti korbannya . Agar tidak kaku, maka silogisme di atas diungkapkan dalam bentuk entimen:
maling itu adalah penjahat, yang berdarah dingin yang tega menyakiti korbannya.
Jadi, dari penjelasan tentang berpikir deduktif yang termanifestasi dalam bentuk silogisme kategoris dan silogisme hipotetis (kondisional, disjungtif, dan konjungtif) dapat disimpulkan bahwa berpikir deduktif adalah cara berpikir logis yang mengikuti serangkaian aturan. Di dalamnya berlangsung aktivitas berpikir analisis dan sintesis terhadap kondisi atau situasi yang ada.

PENALARAN

PENALARAN
Definisi Penalaran.
        Penalaran dapat didefinisikan sebagai proses berfikur untuk menghasilkan suatu proporsi pemikiran yang baru dan diangkap benar. contohnya seperti ketika kita berada dalam suatu kondisi, saat itulah nalar kita bekerja untuk membuat suatu kesimpulan dalam kondisi tersebut.
PROPOSISI
Definisi Proposisi
       Proposisi adalah pernyataan akal budi mengenai persesuaian dan ketidaksesuaian yang terdapat di antara dua gagasan. contohnya seperti kalimat "mahasiswa itu rajin" gagasan 'mahasiswa' dan 'rajin' bukanlah dua gagasan terpisah melainkan menjadi 1 gagasan yang saling terikat.
INFERENSI & IMPLIKASI
Definisi Inferensi
        Inferensi berasal dari bahasa inggris yaitu inferance yang berarti penyimpulan. Penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan (conclusion). Dengan demikian, inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan). Erat hubungannya dengan penjelasan itu, inferensi berarti pula sebagai cara kerja logika yang ke-3 setelah memberikan pengartian dan membuat keputusan. contoh kalimat inferensi adalah seperti "karena ada pemadaman listrik di malam hari maka budi tidak dapat mengerjakan tugas softskill, karena budi tidak mengerjakannya maka ia mendapatkan nilai E"
Definisi Implikasi
        Perhatikan pernyataan berikut ini: “Jika matahari bersinar maka udara terasa hangat”, jadi, bila kita tahu bahwa matahari bersinar, kita juga tahu bahwa udara terasa hangat. Karena itu akan sama artinya jika kalimat di atas kita tulis sebagai:


“Bila matahari bersinar, udara terasa hangat”.

”Sepanjang waktu matahari bersinar, udara terasa hangat”.

“Matahari bersinar  berimplikasi udara terasa hangat”.

“Matahari bersinar hanya jika udara terasa hangat”.

        Berdasarkan pernyataan diatas, maka untuk menunjukkan bahwa udara tersebut hangat adalah cukup dengan menunjukkan bahwa matahari bersinar atau matahari bersinar merupakan syarat cukup untuk udara terasa hangat.

        Sedangkan untuk menunjukkan bahwa matahari bersinar adalah perlu dengan menunjukkan udara menjadi hangat atau udara terasa hangat merupakan syarat perlu bagi matahari bersinar. Karena udara dapat menjadi hangat hanya bila matahari bersinar.

        Perhatikan pula contoh berikut ini:

                                “Jika ABCD belah ketupat maka diagonalnya saling berpotongan ditengah-tengah”. Untuk menunjukkan bahwa diagonal segi empat ABCD saling berpotongan ditengah-tengah adalah cukup dengan menunjukkan bahwa ABCD belah ketupat, atau ABCD belah ketupat merupakan syarat cukup bagi diagonalnya untuk saling berpotongan ditengah-tengah. Dan untuk menunjukkan bahwa ABCD  belah ketupan perlu ditunjukkan bahwa diagonalnya saling berpotongan ditengah-tengah, atau diagonal-diagonal segi empat ABCD  saling berpotongan ditengah-tengah merupakan syarat perlu (tetapi belum cukup) untuk menunjukkan belah ketupat ABCD.   Mengapa ?

                        Karena diagonal-diagonal suatu jajaran genjang juga saling berpotongan ditengah-tengah, dan jajaran genjang belum tentu merupakan belah ketupat.

                        Demikian pula syarat cukup tidak harus menjadi syarat perlu karena jika diagonal segi empat ABCD  saling berpotongan ditengah belum tentu segi empat ABCD  belah ketupat.

                                        Banyak pernyataan, terutama dalam matematika, yang berbentuk “jika p maka q”, pernyataan demikian disebut implikasi atau pernyataan bersyarat (kondisional) dan ditulis sebagai p ⇒q. Pernyataan p ⇒q juga disebut sebagai pernyataan implikatif atau pernyataan kondisional. Pernyataan p ⇒ q dapat dibaca:

                        a. Jika p maka q

                        b. p berimplikasi q

                        c. p hanya jika q

                        d. q jika p

 

CARA MENGUJI DATA, FAKTA, DAN AUTORITAS



Cara menguji data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas
Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi
Cara menguji autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak mengandung prasangka
2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran dan prestise
4. Koherensi dengan kemajuan

Minggu, 16 Desember 2012

penjualan mobil yang mencetak nilai tertinggi

Penjualan Mobil Cetak Rekor Tertinggi



            Pada Juli 2012, penjualan mobil di dalam negri mencetak sejarah, yakni mencapai 103.219 unit. Penjualan tertinggi sebelumnya terjadi pada Juni lalu, sebanyak 101.743 unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), peningkatan penjualan terjadi pada hampir semua merek mobil, terutama mobil-mobil yang  berasal dari Jepang. Dengan tiga peringkat tertinggi yaitu Toyota, Daihatsu dan Suzuki. 

Untuk periode Januari-Juli 2012, penjualan mobil di tingkat distributor (wholesale) sudah mencapai 638.264. Angka tersebut naik 26% dibandingkan dengan tahun lalu. Sedangkan target penjualan pada 2012 kini diturunkan menjadi 875 ribu unit, atau lebih kecil dari target semula karena ada peraturan kenaikan uang muka (downpayment) untuk meminimalisir angka kemacetan di Jakarta. Sementara itu, pemerintah diminta untuk membangun transportasi umum masal yang aman dan nyaman, agar sebagian pemilik kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia.


            Ketua Gaikindo Sudirman Maman Rusdi menjelaskan, tingginya penjualan mobil Juli lalu terutama karena ada momentum Lebaran. "Penjualan pada Juni dan Juli jauh lebih besar dibandingkan rata-rata lima bulan pertama 2012. Pada Juli 2012, Toyota membukukan penjualan tertinggi sebanyak 36.353 unit, disusul Daihatsu 13.444 unit dan Suzuki 13.233 unit. Permintaan menjelang Lebaran biasanya naik 10-15% dari bulan-bulan biasa, terutama untuk mobil penumpang.

 Tingginya penjualan Daihatsu terutama juga karena momentum Lebaran. Menurut Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor, Xenia masih menjadi kontributor terbesar penjualan kami. Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan menuturkan, permintaan Toyota Avanza juga meningkat mendekati masa mudik Lebaran tahun ini. Avanza ini masuk segmen multipurpose vehicle (MPV). 

Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy juga mengatakan, bulan lalu, mobil yang menjadi tulang punggung penjualan Toyota itu terjual 17.264 unit, naik 1,19% dibandingkan bulan sebelumnya 17.061 unit. 

Marketing & Aftersales Service mengatakan, Honda mencetak rekor penjualan tertinggi sepanjang tahun 2012 pada Juli lalu, yaitu sebanyak 7.486 unit. Saat ini, Honda Freed, Honda Jazz, dan Honda CR-V menjadi penyumbang utama penjualan Honda. 

Honda Jazz menjadi penyokong penjualan terbesar pada Juli lalu sebanyak 3.289 unit, disusul Honda Freed 1.899 unit, dan New Honda CR-V 1.143 unit. Pengaruh DP (downpayment) diperkirakan kemungkinan baru terlihat pada September nanti, karena penjualan Agustus ini juga masih akan terpengaruh momen Lebaran.


         
         Gaikindo kini merevisi target penjualan mobil 2012 menjadi 875 ribu unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan penjualan tahun lalu sebanyak 894 ribu unit.

"Dampak yang menurunkan penjualan sudah mulai terasa pada segmen menengah ke bawah. Setelah Lebaran diprediksi penjualan mobil turun. 

Johnny Darmawan yang juga ketua Gaikindo mengatakan sebelumnya, jika tidak ada kebijakan yang merugikan industri otomotif, target semula penjualan mobil tahun ini sebanyak 1 juta unit bisa tercapai. Berdasarkan peraturan Bank Indonesia (BI) untuk kredit otomotif dari bank umum, pembeli wajib menyediakan uang muka minimal 30% untuk mobil keperluan nonproduktif dan 20% untuk yang produktif. Sedangkan ketentuan menteri keuangan mematok uang muka minimal 25% untuk pembiayaan mobil dari perusahaan multifinance.

 Ketua Gaikindo Jongkie. D. Sugiharto memperkirakan, kebijakan menaikkan DP minimal mengganggu penjualan dalam jangka panjang, khususnya untuk mobil yang harganya di bawah Rp 200 juta. Segmen ini pangsa pasarnya mencapai lebih dari 50% penjualan mobil nasional, sangat sensitif terhadap perubahan DP, dan umumnya pembelian dengan cara kredit. 

Berdasarkan data sementara Gaikindo, pada Januari-Juli 2012, TAM dengan andalan mobil Toyota masih merajai pasar mobil karena mampu menjual 238.584 unit, naik dibanding periode sama 2011 sebanyak 182.432 unit. Toyota menguasai 37,4% pangsa pasar mobil nasional.

 Pada posisi kedua, ADM berhasil menjual 94.314 mobil atau berkontribusi 14,8% terhadap total penjualan mobil di Tanah Air. "Sejauh ini, kami masih on track dan diharapkan target penjualan 145 ribu unit tahun 2012 tercapai", kata Sudirman. 

Sementara itu, lonjakan jumlah kendaraan pribadi dinilai menjadi penyebab utama kemacetan lalu lintas di Jakarta dan kota besar lain di Indonesia. Tahun lalu, penjualan kendaraan bermotor roda empat mencapai 894.164 unit, dengan kontribusi mobil penumpang pribadi di atas 500 nbu unit. Sebelum ada ketentuan DP yang baru, penjualan mobil 2012 diproyeksikan menembus 1 juta unit dan sepeda motor 9 juta unit.

 Di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, jumlah mobil pribadi diperkirakan 2,7 juta unit dan sepeda motor menembus 10 juta unit Jumlah kendaraan pribadi yang terus meningkat ini membuat kemacetan di Jakarta sulit diatasi.

 Namun, jika ada transportasi umum masal yang aman dan nyaman, sebagian pemilik kendaraan pribadi akan beralih ke kendaraan umum. Saat ini, jumlah kendaraan umum hanya sekitar 2% dari total kendaraan bermotor, namun harus mengangkut 60% penduduk yang melakukan perjalanan. 

"Transportasi umum yang layak akan menarik masyarakat pindah dan perlahan meninggalkan mobil pribadi dan sepeda motor", kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno.

 Pemerintah di harapkan untuk segera menindak lanjuti permasalahan ini, agar kemacetan di jakarta dapat segera teratasi.
 
 
http://www.kemenperin.go.id/artikel/4020/Penjualan-Mobil-Cetak-Rekor-Tertinggi

proses pengambilan keputusan

A. Pengenalan masalah (Problem Recognition)
            Proses pengambilan keputusan konsumen dimulai dengan mengenali adanya masalah. Mengenali adanya masalah merupakan langkah penting dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Masalah konsumen ialah perbedaan antara keadaan yang ada (apa yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai yang telah ada sekarang) dengan satu keadaan yang diinginkan (apa yang diinginkan oleh konsumen). Keadaan yang diinginkan dan keadaan yang ada kedua-duanya dipengaruhi oleh gaya hidup konsumen dan situasi yang berlangsung sekarang, Jika perbedaan antara kedua keadaan dirasakan cukup besar dan penting, maka konsumen mulai mencari jawaban terhadap masalahnya.
            Sejumlah faktor dapat mempengaruhi pengenalan masalah. Keadaan yang diinginkan biasanya dipengaruhi oleh: (1) kebudayaan/golongan sosial, (2) kelompok-kelompok acuan, (3) ciri-ciri keluarga, (4) status/harapan finansial, (5) keputusan-keputusan yang diambil sebelumnya, (6) perkembangan individual, (7) situasi-situasi yang berlangsung sekarang.
B. Pencarian Informasi (Information Search)
            Langkah kedua dalam proses pengambilan keputusan konsumen ialah pencarian informasi. Konsumen dapat melakukan pencarian informasi yang ekstensif internal dan eksternal, pencarian internal dan eksternal yang terbatas, atau hanya pencarian internal. Informasi dapat dicari tentang: (1) Kriteria penilaian yang sesuai untuk pemecahan masalah, (2) Adanya berbagai macam alternatif pemecahan masalah, (3) Unjuk-kerja dari setiap pemecahan alternatif terhadap setiap kriteria evaluasi merupakan langkah terakhir.
 Sumber-sumber eksternal:
1. Sumber-sumber pribadi seperti teman, kenalan, dan keluarga
2. Sumber-sumber bebas seperti kelompok-kelompok konsumen, profesional bayaran, dan badan-badan pemerintahan
3. Sumber-sumber pemasaran seoerti karyawan penjualan dan iklan
4. Sumber-sumber pengalaman langsung (experiential sources) seperti pencobaan langsung dengan produk atau pengkajian langsung dari produk
C. Penilaian dan Seleksi dari Alternatif
            Selama dan setelah konsumen mengumpulkan informasi tentang jawaban-jawaban alternatif terhadap satu masalah yang dikenali, mereka menilai alternatif-alternatif dan menyeleksi tindakan yang tampaknya paling baik untuk memecahkan masalahnya.
Lima aturan keputusan yang pada umumnya digunakan, yaitu:
a. Konjunktif, produk harus memenuhi nilai minimal dari seluruh kriteria penilaian
b. Disjunktif, produk harus memenuhi nilai minimal yang cukuo tinggi untuk salah satu kriteria dari kriteria penilaian yang digunakan
c. Eliminasi berdasarkan aspek, produk harus memenuhi semua kriteria yang digunakan pada tingkat yang dapat diterima
d. Leksikografis, kriteria penilaian disusun berdasarkan prioritas kepentingannya, dari kriteria yang paling penting ke kriteria yang paling kurang penting
e. Kompensatoris, kriteria penilaian memiliki nilai kepentingan yang berbeda-beda. Produk dapat rendah nilainya untuk kriteria yang satu, tetapi dapat memperoleh nilai tinggi pada kriteria yang lain
 D. Seleksi Saluran Distribusi dan Pelaksanaan Keputusan
            Kebanyakan produk konsumen diperoleh melalui salah satu bentuk saluran distribusi atau penyalur eceran. Dengan demikian, konsumen juga harus menyeleksi saluran distribusi sebagaimana mereka harus menyeleksi produl. Keputusan untuk ini dapat dilakukan dengan tiga cara: (1) Secara simultan, bersama-sama, (2) produk dulu, penyalur kemudian, (3) penyalur dulu, produk kemudian.
E. Proses Pasca Pembelian
            Setelah melakukan pembelian, beberapa konsumen mengalami kesangsian atau kecemasan tentang kebijakan pembeliannya. Gejala ini dikenal sebagai pertentangan pasca-pembelian (Postpurchase dissonance). Pada umumnya terjadi antara (1) antara individu-induvidu dengan kecendrungan mengalami kecemasan, (2) setelah satu pembelian yang tidak dapat ditiadakan, (3) jika penting bagi konsumen, dan (4) jika melibatkan pilihan yang sulit antara dua atau lebih alternatif.
Sumber :
Munandar, A.S. 2008. "Psikologi Industri dan organisasi". Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta

evaluasi alternatif sebelum pembelian

Kriteria Evaluasi
Menurut Kotler, (2005), kriteria evaluasi, salah satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen, memegang peranan penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen melakukan aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat pada satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia gunakan sebagai dasar keputusan memilih produk
Penentuan Alternatif Pilihan
Kriteria Evaluasi
Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan criteria, keselamatan, kenyamana, harga, merek, negara asal (country of origin) dan juga spek hedonik seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya. Beberapa criteria eveluasi yang umum adalah:
1. Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murahuntuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
2. Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
3. Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
4. Saliensi kriteria evaluasi
Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa criteria evluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencook (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.
Proses Pengambilan Keputusan Pada Konsumen
            Setelah konsumen menerima pengaruh dalam kehidupannya maka mereka sampai pada keputusan membeli atau menolak produk. Pemasar dianggap berhasil kalau pengaruh-pengaruh yang diberikannya menghasilkan pembelian dan atau dikonsumsi oleh konsumen. Keputusan konsumen, tingkatan-tingkatan dalam pengambilan keputusan, serta pengambilan keputusan dari sudut pandang yang berbeda bukan hanya untuk menyangkut keputusan untuk membeli, melainkan untuk disimpan dan dimiliki oleh konsumen.
Konsep Keputusan
            Keputusan adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Bila seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli dan tidak membeli tapi memilih membeli, maka dia ada dalam posisi membuat keputusan. Semua orang mengambil keputusan setiap hari dalam hidupnya tanpa disadari. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.
Berikut merupakan aspek-aspek pemilihan keputusan:
* Produk yang murah >> Produk yang lebih mahal
* Pembelian yang sering >> Pembelian yang jarang
* Keterlibatan rendah >> Keterlibatan tinggi
* Kelas produk dan merek kurang terkenal >> Kelas produk dan merek terkenal
* Pembelian dengan pertimbangan dan >> Pembelian dengan pertimbangan
* pencarian yang kurang matang dan pencarian intensif
Analisis Pengambilan Keputusan oleh Konsumen
            Ada empat sudut pandang dalam menganalisis pengambilan keputusan konsumen, yaitu :
1. Sudut Pandang Ekonomis
Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahuisemua alternative produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternative yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik, disebut economic-man.
2.Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai cognitive man atau sebagai problem solver. Kosumen merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economic man dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan keputusannya (heuristic) pada keputusan yang memuaskan.
3. Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi.
TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1. Konsumen Individu
Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
3. Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen dalam gambar 1.1 penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.
Sumber: www.bappenas.go.id/get-file-server/node/8567/

Pembelian

Proses Keputusan Membeli
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan, keadaan ekonomi. Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian.
Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, anatara lain:
1. Pengenalan Masalah
Merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.
2. Pencarian informasi.
Seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
3. Evaluasi Alternatif
Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.
4. Keputusan Pembeli
Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.
5. Evaluasi Pasca Pembalian
Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan terhadap produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
Memilih Alternatif Terbaik
Di dalam pengambilan keputusan, pengambil keputusan harus memilih salah satu alternatif di antara banyak alternatif. Pemilihan dapat dilakukan berdasarkan pada kriteria tertentu, kompromi, atau tekanan. Memang harus diakui ada hasil keputusan yang memuaskan semua pihak tetapi ada juga yang merugikan pihak lain.
Memilih Sumber-sumber Pembelian
Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal, pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif hanya dengan membaca iklan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.Pencarian informasi internal tentang sumber – sumber pembelian dapat berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan.
• Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan.
• Sumber komersial : Iklan, wiraniaga, agen, kemasan, pajangan.
• Sumber publik : media massa, organisasi penilai konsumen.
• Sumber pengalaman : penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.
Sumber:  www.bappenas.go.id/get-file-server/node/8567/

pengetahuan dan sumber daya konsumen

Sumber Daya Ekonomi
            Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui.
Sumber Daya Sementara
a. Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b. Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food .
Sumber Daya Kognitif
          Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme.
Kandungan Pengetahuan
            Kajian MyKe mendefinisikan kandungan pengetahuan sebagai: “jumlah keupayaan sumber tenaga manusia, asset dan pengamalan kepimpinan, modal teknologi dan maklumat, hubungan kerjasama, harta intelek, stok maklumat serta kebolehan untuk berkongsi pembelajaran dan penggunaan, yang boleh digunakan untuk menjana kekayaan dan meningkatkan daya saing ekonomi”.
Organisasi Pengetahuan
            Pengetahuan Konsumen akan Mempengaruhi Keputusan Pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut. Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
(1) Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
(2) Pengetahuan tentang manfaat produk
(3) Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen.

(1) Manfaat Fungsional, yaitu manfaat yg dirasakan konsumen secara fisiologis
(2) Manfaat Psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk 
Mengukur Pengetahuan
Cara yang paling nyata dalam mengukur kemampuan pengetahuan adalah menilai secara langsung isi ingatan. Beberapa indikator pengukur pengetahuan, antara lain:   1. Pengetahuan Objektif (Objective Knowledge)
Pengukuran yang menyadap apa yang benar-benar sudah disimpan oleh konsumen di dalam ingatan.
2. Pengetahuan Subjektif (Subjective Knowledge)
Dipengaruhi oleh kepercayaan diri seseorang, yaitu bahwa orang yang percaya diri mungkin melaporkan secara berlebihan tingkat pengetahuan mereka (Engel, Blackwell, & Miniard, 1994).
Sumber:  www.bappenas.go.id/get-file-server/node/8567/